Hello,This is me!

Arif Rahman Hakim

Web Designer Web Developer Graphic Designer Freelance Actor Graduate Student Acting, Singing and Music are my passions

Sunday, 25 November 2018

[Revisi] Pengalaman Beasiswa di Beijing, China

  • November 25, 2018
  • by
Another old blog post. haha~ sedikit direvisi gaya bahasanya dan juga ditambahkan foto-foto kenangan pada bagian akhir. Postingan asli ada di http://arifrahmanhakim.blog.binusian.org/2011/12/09/pengalaman-di-beijing-china/ bener ya kalo kita baca tulisan-tulisan kita yang dulu-dulu itu bener-bener bikin ngakak, yang satu ini sih lumayan agak serius tulisannya.. tapi tetep aja bikin ngakak, gaya bahasa saya naujubileh.. enjoy.. walaupun agak serius, semoga menghibur dan bermanfaat.. jangan lupa comment, rate, share, etc.. ^^ -------------------------------------------------------------------------------------
Ini adalah post saya yang pertama di blog ini. Kali ini saya akan sedikit cerita tentang pengalaman saya waktu saya lagi studi banding ke Beijing, China. Sebagian isi dari cerita saya ini juga jadi laporan utama ke dikti dan juga laporan singkat saya ke Ketua dan Pembantu Ketua kampus saya. Selamat menyimak....
Pertama-tama saya ceritain dulu sedikit kronologis kenapa saya bisa jadi studi banding ke Beijing,
Kurang lebih enam bulan yang lalu, kampus kita STIKES Muhammadiyah Banjarmasin (kampus saya sebelum pindah ke Binus University) mendapatkan surat dari Dikti yang bertajuk PROGRAM PENGEMBANGAN WAWASAN PIMPINAN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) TINGKAT PERGURUAN TINGGI KE LUAR NEGERI, ada 3 negara kunjungan yaitu Australia, China, dan Belanda, dan surat ini ditujukan untuk mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta yang menjabat sebagai ketua, sekretaris ataupun anggota BEM.
Kemudian kampus memilih saya, Arif Rahman Hakim, mahasiswa International Class of Nursing Diploma Program, semester 3, sebagai representative kampus untuk mengikuti program beasiswa ini. Syarat yang harus saya penuhi untuk mengikuti beasiswa ini adalah saya harus membuat paper / makalah dalam bahasa Inggris tentang leadership dan mengirimkannya ke Direktorat Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Judul paper yang saya ajukan waktu itu berjudul “Facing Global Era with Great Students”, dalam paper ini saya mendeskripsikan sedikit tentang seberapa besar ketertarikan mahasiswa untuk ikut dalam berorganisasi baik organisasi di dalam kampus ataupun di luar kampus, n paper ini dalam bahasa inggris, Insya Allah jika aku punya waktu luang lebih, aku akan terjemahkan makalah saya itu ke dalam bahasa indonesia n akan saya post di blog ini...
Setelah sekitar enam bulan proses seleksi paper dari seluruh PTN dan PTS dari seluruh Indonesia oleh dikti, akhirnya pada minggu ketiga bulan oktober, dikti mengumumkan mahasiswa-mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri ini melalui surat edaran resmi, dan alhamdulillah saya termasuk salah satu peraih beasiswa tersebut, untuk studi banding ke Beijing, People Republic of China. Saya gak pernah nyangka sebelumnya, kalo saya lulus dalam seleksi ini, kalian tau laahh seleksi ini cakupannya nasional, pesertanya seluruh PTN dan PTS seluruh Indonesia, kemungkinan untuk lulus seleksi itu sangatlah kecil. Waktu saya nulis makalah atau paper itu, saya tidak pernah terlalu optimis dan terlalu berharap lulus seleksi, dapat ikut berpartisipasi dalam seleksi ini pun merupakan kebanggan yang besar buat saya. Eh ternyata saya lulus seleksi.. pokoknya alhamdulillah banget dah... oh iya sebelum saya lanjutin ceritanya, saya mau ucapin terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang selalu membimbing saya dan memberikan support penuh selama saya nulis makalah / paper itu, mereka yaitu Ibu Dina Rafidiyah, ibu asrama saya dan juga guru saya, Ibu Lettyzia, koordinator prodi saya dan juga dosen favorit saya dah.. hehehe, juga sama Bapak Yustan Azidin, pembantu ketua 3 bidang kemahasiswaan, dan Bapak Alfian, bagian pengurus kemahasiswaan. Dan juga tidak lupa kepada Bapak Ketua STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, Bapak La Ode Jumadi Gafar, S.Kp.Ns, M.BA, M.PH. atas izin dan dukungannya untuk mengikuti studi banding ini.
Kita lanjutkan ceritanya... Setelah segala persiapan dan persyaratan sudah di penuhi, seperti membuat passport, membawa pakaian daerah khas Banjar Sasirangan, profil perguruan tinggi dan profil organisasi kemahasiswaan. Pada tanggal 22 Oktober 2009 saya berangkat ke Jakarta, disini saya dan 26 kawan-kawan mahasiswa perwakilan daerah yang lain dari sabang sampai merauke, oleh dikti kami diberikan pembekalan tentang tujuan studi banding seperti
  1. How to live in China, oleh Lita Madona, Koordinator Program Studi China FIPB UI
  2. Climate Changes, oleh Ariseno (Metro TV)
  3. Kebijakan Ditjen Dikti tentang Kegiatan Kemahasiswaan, oleh Dirjen Dikti
  4. Seputar Isu di Negara Berkembang, oleh Alumni Hitachi Young Leaders Initiative
  5. Pembekalan Psikologi, oleh Ratna Djuwita
  6. Kiat Meraih Sukses, oleh Ahmad Fuadi (pengarang novel “Negeri 5 Menara”)
Saya dan 26 kawan-kawan mahasiswa lainnya dinobatkan oleh Dirjen Dikti sebagai “DUTA MUDA INDONESIA”. Kami adalah....
  1. Munir, Universitas Budi Luhur, Jakarta
  2. Khairurrizqo Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
  3. Muhammad Faidin, ISTN Jakarta
  4. Arif Rahman Hakim, STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, Kalimantan Selatan (saya neh..!!)
  5. Fandy Ahmad Fathony Universitas Nasional Jakarta
  6. Santi Triwartini, Universitas Musamus Merauke
  7. Nory Wati Wijaya, STP Trisakti Jakarta
  8. Naomi E Wafom, Universitas Negeri Papua, Papua Barat.
  9. Reni Arian Putri, Politeknik Negeri Padang
  10. Kartina Purwandani, STIKES Husada Banjar Baru
  11. Bernadette Tracy Ann, Prasetya Mulya Bisnis School, Jakarta
  12. Rosa, Binawan Institute Jakarta
  13. Lady Sunan Novitasari, Universitas Negeri Suarabaya
  14. Erfandi, Universitas Trunojoyo Madura, Jawa Timur
  15. Aditya Faisal, Universitas Negeri Padang
  16. Randi Selo Abi, Universitas Atmajaya Yogjakarta
  17. Mouhammad Bigwanto, Universitas Prof. Dr. Hamka Jakarta
  18. Febriansyah, Universitas Sriwijaya Palembang
  19. Nasrul Hakim, Universitas Jambi
  20. Mujiburrahman, Universitas Syiah Kuala, Jambi
  21. Reggina E Jonathans. Universitas Udayana
  22. Ayusa Ayutthaya, Univ ersitas Padjajaran Bandung
  23. Dasam, Universitas Negeri Semarang
  24. Ulfah, Universitas Sebelas Maret, Solo Jawa Tengah
  25. Maria Elisa, Universitas Kristen Indonesia Tomohon, Manado
  26. Wahidin, Universitas Pekalongan Jawa Tengah
Lalu setelah serangkaian pembekalan sudah diberikan, pada tanggal 25 Oktober 2009 kami berangkat dengan menggunakan pesawat Malaysia Airlines menuju Kuala Lumpur untuk transit ke Beijing, China. Pada pagi sekitar jam 10 pagi, kami sudah sampai di Beijing.
Kegiatan Di Beijing, China
Rangkaian kegiatan pertama di Beijing adalah mengunjungi Beijing Foreign Studies University. Beijing Foreign Studies University merupakan universitas yang menjadi basis utama China yang menawarkan pelatihan Bahasa Asing. Semua studi bahasa asing ada di sini termasuk juga Studi Bahasa Indonesia.
Kunjungan berikutnya adalah ke Kantor Kedutaan Indonesia di Beijing, disini kami bertemu dengan Bapak Duta Besar Indonesia untuk China dan juga bertemu dengan para mahasiswa Indonesia di Beijing yang terhimpun dalam organisasi PERMIT (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Tiongkok). Bapak Duta Besar menjelaskan sedikit tentang sejarah cina, bagaimana sistem pendidikan dan pemerintahan di china, dan hubungan antara Indonesia dan China. Sedangkan para mahasiswa indonesia yang belajar di Beijing share tentang pengalaman meraka selama hidup dan menuntut ilmu di negeri tirai bambu ini.
Tsinghua University dan Peking University menjadi tempat kunjungan kami berikutnya. Tsinghua University yang mempunyai motto Self-Discipline dan Social Commitment merupakan salah satu universitas terbaik di China, yang didedikasikan untuk keunggulan akademik, kesejahteraan masyarakat Cina dan pembangunan global. Dan kunjungan terakhir yaitu ke Peking University, yang juga merupakan salah satu universitas terbaik di China, di samping keunggulan dalam akademisi, Universitas Peking juga terkenal karena keindahan arsitektur tradisional Cina-nya yang ada di dalam kampus.
Dari serangkaian kujungan di atas, sebenarnya ada dua hal yang jadi bahan penelitian dan perbandingan, yaitu
  1. Bagaimana Pemerintah China memegang sistem pendidikan untuk meningkatkan kompetensi mereka?
  2. Bagaimana mahasiswa cina menjalankan organisasi kemahasiswaan mereka?
Studi banding yang diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) ini sebagai bentuk komitmen dan usaha untuk memperluas perbendaharaan cara berpikir dan cara mahasiswa Indonesia dengan memberikan kesempatan bagi mahasiswa BEM untuk melakukan studi perbandingan dengan universitas yang sudah ada di China, dan kemudian mengubah nilai-nilai positif untuk masing-masing kampus di Indonesia. Sebagai salah satu negara yang ekonominya telah mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya di dunia, China yang semakin kuat dengan pengembangan sumber daya manusia-nya, adalah dimulai dari kampus-kampus melalui kegiatan kemahasiswaan. Student Union adalah salah satu Organisasi Mahasiswa di dalam kampus yang aktif di beberapa universitas di Cina digunakan untuk menampung minat dan bakat para siswa yang ingin mengambil bagian dalam organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa Cina menyadari bahwa generasi masa depan sebagai tugas mereka, tidak hanya belajar di perguruan tinggi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengetahuan sosial yang baik.
Mereka memahami bahwa organisasi adalah salah satu sarana untuk menghasilkan mahasiswa yang memiliki mental kemandirian, mandiri dan memiliki semangat kreativitas dan mandiri untuk pengembangan kompetensi mereka sendiri. Dalam mencapai semua ini, mahasiswa di tiga universitas yang telah menjadi tempat studi banding BEM Indonesia, di Beijing Foreign Studies University, Tsinghua University dan Peking University memiliki asosiasi persatuan mahasiswa yang disebut Student Union. Peran dan fungsi dari Student Union ini sebagai sebuah institusi yang berdiri secara independen untuk menampung minat dan bakat yang positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Organisasi mahasiswa tersebut memiliki struktur yang mirip dengan struktur organisasi mahasiswa di Indonesia. Student Union dipimpin oleh seorang President dan dibantu oleh tiga vice-president yang bertanggung jawab atas departemen akademik, departemen seni dan bernyanyi, dan pertukaran internasional. Selain dibantu oleh tiga wakil presiden, manajemen Student Union memiliki manajer keuangan yang memiliki tugas untuk mencari dan mengembangkan jaringan untuk mendukung pendanaan untuk kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Kemudian manajer keuangan juga memiliki kewajiban untuk mengelola dan mengontrol keuangan student union dan bertanggung jawab penuh atas pengelolaan keuangan organisasi.
Untuk mencapai tujuan utama organisasi, kegiatan yang dilakukan tidak bertentangan dengan aturan yang telah ditetapkan oleh negara dan aturan internal kampus. Kegiatan tersebut lebih mengarah pada upaya untuk meningkatkan kompetensi dan pengembangan pengetahuan mahasiswa, seperti dalam Departemen Akademis. Departemen ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperdalam pengetahuan akademis mahasiswa melalui diskusi-diskusi akademisi, seminar dan belajar bersama untuk membahas dan mencari solusi terhadap masalah-masalah akademis yang dialami oleh para siswa. Hasil diskusi ini adalah untuk menghasilkan solusi yang menjawab masalah-masalah akademik mahasiswa. Kemudian, perdebatan ilmiah menjadi sesuatu yang sering dilakukan di kampus untuk meningkatkan pemahaman dan penalaran akademik serta analisis yang kuat dan tajam.
Saya membayangkan jikalau dalam setiap perguruan tinggi di Indonesia, khususnya juga kampus tercinta saya STIKES Muhammadiyah Banjarmasin terdapat Departemen Akademisi, lebih besar dari Unit Kerja Mahasiswa Pendidikan tentunya, dimana menjadi tempat share bagi setiap mahasiswa terhadap masalah akademisi yang mereka alami, maka tentunya perguruan tinggi kita akan mengeluarkan mahasiswa yang benar-baner qualified dan berdaya saing di era globalisasi ini. Kita semua tahu, ilmu yang didapatkan mahasiswa di dalam kelas hanya sekitar 15 – 20 persen saja, sisanya didapatkan dari luar ruang kelas, yaitu dari usaha mahasiswa itu sendiri dalam mengembangkan ilmunya. Dengan adanya Departemen Akademisi ini tentunya ini akan jadi tempat yang sangat valuable bagi mahasiswa untuk mendapatkan sisa-sisa dari ilmu tersebut, Departemen ini akan menjadi tempat utama mahasiswa untuk mengembangkan dan memperdalam ilmunya, serta menjadi tempat pemecahan masalah terhadap kesulitan dalam pelajaran yang mereka dapat di dalam kelas. Terbayang juga dibenak saya, dalam Departemen Akademisi ini nantinya terdapat kelompok-kelompok atau komunitas-komunitas belajar seperti Basic Human Needs group, dimana akan menjadi space bagi mahasiswa yang mempunyai kesulitan dalam teori dan praktik keperawatan dalam mata ajar Kebutuhan Dasar Manusia, selain itu juga ada Medical-Surgical Nursing group, yang membahas mengenai mata ajar Keperawatan Medikal Bedah, Anatomy-Physiology group, space untuk mata ajar Anatomi dan fisiologi serta kelompok-kelompok yang lainnya mencakup semua mata ajar. Saya tidak bisa membayangkan, begitu indahnya jika hal ini bisa ter-realisasi di kampus-kampus di Indonesia termasuk juga STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, kampus kita akan terasa nuansa belajarnya, seperti halnya suasana di Beijing. Tidak ada salahnya jika kita sedikit mengadobsi nilai-nilai positif yang ada di negara tirai bambu ini.
Selain Departemen Akademik, Departemen Seni dan Bernyanyi (Art and Singing Department) adalah departemen yang memiliki lebih banyak kegiatan daripada departemen lain. Budaya milik China membuat kinerja budaya menjadi sesuatu yang sangat menarik baik oleh mahasiswa asing dan juga bagi mahasiswa Universitas Tsinghua dan Universitas Peking sendiri. Minat dan bakat mahasiswa ini untuk belajar budaya dan bakat untuk menyanyi adalah kegiatan yang paling disukai oleh para mahasiswa. Belajar secara rutin dan setiap hari tentunya akan menemui titik jenuh juga, sehingga untuk mengimbangi aktivitas otak yaitu dengan menyalurkan salah satu hobi mereka adalah berpartisipasi aktif di Departemen Seni dan Bernyanyi. Kerjasama dengan beberapa universitas di Beijing untuk mengadakan kompetisi seni dan bernyanyi sering dilakukan untuk menyalurkan hobi, minat dan bakat mahasiswa. Setiap kegiatan yang dilakukan bekerjasama dengan pendanaan dari beberapa perusahaan yang menjadi mitra kerjasama dengan Student Union. Sebagai universitas yang memiliki reputasi internasional dan kualitas siswa sangat mudah untuk menemukan donor yang menyumbangkan dana untuk setiap kegiatan. Student Union tidak perlu repot-repot untuk mencari dana, bahkan perusahaan-perusahaan yang datang ke kantin mahasiswa untuk menawarkan kerjasama.
Mungkin dalam BEM di perguruan tinggi di Indonesia sekarang ini sudah punya bagian sendiri yang mengurus perihal kesenian dan menyanyi, sebut saja Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Seni, dan kegiatan-kegiatanya juga sudah lumayan menarik, juga lumayan sudah bisa jadi space untuk menyalurkan bakat seni dan menyanyi mahasiswa. Tapi kebanyakan peran UKM hanya menyelenggarakan kompetisi saja dan tidak menyediakan tempat untuk mahasiswa untuk melatih bakat seni dan menyanyinya, akan lebih baik jika ini disediakan, dan saya percaya di UKM Seni BEM STIKES Muhammadiyah Banjarmasin tidak terjadi hal seperti ini. Selain dari pada itu akan lebih baik jika UKM Seni lebih menekankan program untuk memperkenal kesenian dan kebudayaan daerah masing-masing, bukan hanya mengadakan kompetisi band, drama, dan dance, tapi cobalah untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya dan menyediakan tempat pelatihan serta menyelenggarakan semacam pargelaran atau kompetisi lagu atau tarian daerah secara periodik. Kebanyakan memang pemuda atau mahasiswa Indonesia sekarang, khususnya sebagian besar mahasiswa dari Kalimantan Selatan tidak begitu mengenal akan budaya daerah mereka sendiri, dan jujur termasuk juga saya. Saya dan mereka sudah terpengaruh dengan efek globalisasi dan modernisasi, dimana budaya barat begitu mudahnya masuk ke dalam jiwa setiap insan mahasiswa serta tidak mampu memfilternya dengan baik, sehingga melupakan khazanah dan keindahan seni dan budaya daerah kita sendiri. Sekarang apabila ada mahasiswa yang suka dengan lagu dan tarian daerah dikatakan kuno atau jadul, itulah kelemahan pemuda sekarang, mereka tidak menghargai budaya mereka sendiri. Saya begitu terenyuh melihat sebegitu besarnya kebanggaan para mahasiswa Beijing akan budaya mereka sendiri, mereka selalu mempertahankan keindahan dan kekhazanahan budaya mereka, mereka selalu mengadakan pargelaran budaya dan kompetisi menyanyi lagu daerah mereka setiap tahunnya, tanpa dengan rasa malu, kuno dan jadul. Budaya adalah identitas suatu bangsa, apabila kita lebih mengenal budaya barat ketimbang budaya kita sendiri, trus apakah kita bisa dan pantas disebut sebagai bangsa Indonesia.
Setiap program kemahasiswaan yang dijalankan oleh BEM di Indonesia biasanya didanai oleh kampus, prosesnya UKM yang berkaitan dengan program yang akan dijalankan mengajukan proposal ke Rektor, dan setelah disetujui oleh Rektor, dana pun cair. Seperti yang saya lihat di Beijing, BEM atau Student Union disana tidak terlalu mengharapkan dana dari kampus, mereka independen, mereka punya departemen khusus yang mengurus perihal financial seluruh program kegiatan Student Union. Departemen ini membuat kerjasama eksternal yang baik dengan perusahaan-perusahaan yang akan mendukung program-program mereka atau aktif secara finansial. Ini satu poin lagi yang bisa kita adopsi dari mereka. Kita semestinya lebih terfokus bagaimana cara memperluas hubungan-hubungan eksternal kita dengan perusahaan-perusahaan ketimbang tergantungan pada dana dari kampus. Selain itu juga, cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan mengumpulkan alumni-alumni yang sukses dari STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, kemudian membentuk suatu komunitas alumni yang juga bisa mendukung program-program organisasi kemahasiswaan kita secara finansial.
Departemen Pertukaran internasional menjadi salah satu departemen yang terlibat dalam membantu mahasiswa asing yang belajar di universitas untuk memfasilitasi mereka dalam beradaptasi dengan kampus dalam bentuk memberikan pelajaran bahasa, budaya dan kehidupan rumah tangga di Cina pada umumnya. Peran yang dilakukan oleh departemen ini adalah untuk mencari kelanjutan dari siswa internasional untuk belajar di universitas di China dengan menyelenggarakan berbagai acara budaya, termasuk seni budaya internasional yang memberikan kesempatan untuk setiap mahasiswa dari berbagai negara untuk menjadi lebih akrab dan mampu berkomunikasi dan mengenal satu sama lain dari satu kebudayaan dengan kebudayaan lain.
Sebagai tindak lanjut dari studi banding ini, kami seluruh representative berbagai daerah dari sabang sampai merauke sepakat untuk membentuk suatu komunitas pemuda Indonesia nasional, yaitu “Indonesian China Youth Union”, yang kami gunakan sebagai sarana buat komunikasi dan juga sebagai tempat untuk membahas bagaimana sebaiknya sistem pendidikan Indonesia ke depannya disamping itu juga membahas isu-isu yang ada. Nantinya jikalau memang dirasa apa yang kami bahas dalam komunitas ini sudah bagus dan qualified dan layak untuk diajukan ke dikti, kami akan mengajukan sistem pendidikan yang lebih baik untuk Indonesia ke depannya, sehingga generasi muda kita semakin bisa compete secara global di era globalisasi ini.
Demikianlah sedikit cerita n juga sekaligus pelaporan singkat mengenai kegiatan saya di Beijing, China. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Untuk keterangan lebih lanjut bisa langsung tanya ke saya.. hehehe.. atau kirim messege ke hape saya, atau email atau facebook atau twitter atau myspace atau bla bla blah... banyak cara untuk bisa kontak aku... lebih jelasnya buka website pribadi saya di http://www.arifrahmanhakim.co.cc
Ini baru postingan awal.. sewaktu-waktu postingan ini bisa saya rombak lagi dengan cerita baru... so stay tuned (hahaha... kayak radio aja...) stay tuned at my blog...
Thanks for reading... komentarnya ditunggu ya.... ----------------------------------------------------------------------------------- ini adalah foto saya // fotonya ilang, sayang sekali ㅠㅠ //(yg baju coklat, pake sweeter dan sarung tangan) bersama temen-temen ICYU (Indonesian China Youth Union) yang lainnya (ini belum semuanya seh...) juga bersama pengunjung pribumi Chinese... foto ini diambil dari kamera-nya Ulfa, temen saya di ICYU juga.... waktu di China saya agak gendutan, naik sekitar lima kiloan kali yak.. tu liat pipi saya chubby banget (dulu-dulu seh sebenarnya chubby juga...hahaha)... plus juga saya agak iteman, kaga tau deh kenapa. apa karna kulit aku agak sensitif kali yak dengan hawa disana yang amat teramat dingin sekali hingga 12 derajat celsius... brrr.... sumpah... waktu saya mendaki tembok besar ini... dinginnya minta ampun... untung tubuh saya udah cepet bisa menyesuaikan diri dengan keadaan ini... klo kaga bisa beku saya... hahahaha... Seneng banget rasanya bisa mendaki tembok besar china, kaga pernah kebayang sebelumnya dapat pengalaman segokil ini.... dulunya saya cuma mimpi dan ngayal pengen ke tembok besar, n sekarang udah kesampaian ni mimpi... saya memang terlahir dengan mimpi dan hidup dipenuhi dengan mimpi-mimpi yang aneh dan besar, yang kayaknya kalo dipikir-pikir oleh orang lain, ga mungkin banget bakal kesampaian... tapi alhamdulillah banget, dengan penuh keberanian dan keyakinan untuk bermimpi serta kesabaran, akhirnya lagi-lagi saya bisa mewujudkan salah satu mimpi saya ini, menginjakkan kaki di luar negeri, bukan cuma satu negara saja yang pernah saya injak, dua negara sekaligus kawan, China dan Malaysia... makasih banyak Tuhan sudah memberikan aku anugerah yang terindah ini... dengan ini semua aku semakin percaya, kalo kita berani untuk bermimpi dan selalu dekat dengan Tuhan, insya allah Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu...














































 

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

ARIF RAHMAN HAKIM
+123-456-789
Jakarta, Indonesia

SEND ME A MESSAGE